26 Desember 2009

Buku Membongkar Gurita Cikeas

Buku Membongkar Gurita Cikeas - Buku Membongkar Gurita Cikeas merupakan buku yang ditulis oleh George Junus Adijtondro, buku ini membahas tentang silang pendapat dugaan kasus Bank century.

Buku terbitan Galangpers, Yogyakarta, ini hanya memberikan porsi satu bab untuk membahas keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus century. Itupun menyajikan data-data hampir sama dengan yang selama ini beredar di media massa. Alhasil, judul buku karangan George dianggap sekadar mencari sensasi.

Buku George justru lebih banyak mengulas berbagai kinerja yayasan di sekitar Presiden Yudhoyono. Geroge menyebut yayasan-yayasan itu sebagai alat menggalang dana untuk kepentingan politik. Menurut George, kebanyakan penyumbang dana adalah pengusaha hitam.

Sementara Buku Membongkar Gurita Cikeas telah dilakukan pralaunching pada hari Rabu (23/12/2009) di Yogyakarta oleh penulisnya George Aditjondro. Launching buku tersebut sedianya pada awal Januari 2010 di kantor ICW.

Saat dihubungi Persda Network, Direktur Utama Galang Press Julius Felicianus mendapat informasi bahwa pemilik TBG mendapat telepon dari orang tak dikenal yang menginstruksikan penarikan buku tersebut.

"Saya sudah dapat kabar kalau pemilik toko buku mendapat telpon dari seseorang yang minta menarik dahulu buku itu. Kelihatannya mereka ketakutan karena telpon orang tak dikenal itu," kata Julius Felicianus kepada Persda Network, Jakarta, Jum'at kemarin.

Ia mengaku kecewa dengan pihak yang memerintahkan penarikan buku tersebut. Biasanya, jika terjadi penarikan itu berdasarkan perintah dari pihak kejaksaan. Namun, perusahaannya sendiri belum mendapat surat perintah dari kejaksaan atas buku tersebut.

"Kan seharusnya ada surat perintah penarikan dari Kejaksaan Agung. Dan itu tidak sebentar, setidaknya perlu waktu 3 bulan untuk eksekusi penarikannya," ujarnya.

Atas kejadiaan ini, Julius mengatakan telah berkoordinasi dengan Komnas HAM agar segera mengeluarkan surat rekomendasi buku tersebut tetap bisa diperjual belikan.

"Baru saja saya telepon pak Yosef Adi, Sub Komisi Penyuluhan Komnas HAM. Mungkin Senin (8/12) besok, mereka surat rekomendais itu bisa dikeluarkan. Lagi pula, dia saat pralaunching di Yogyakarta janji bahwa buku itu tidak ada masalah," paparnya.

Julius menegaskan, bahwa buku tersebut tidak ada masalah secara hukum. Buku tersebut merupakan hasil data ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. "Yang jelas, buku itu hasil data ilmiah dan bisa dipertanggung jawabkan ko," tandasnya.

Koordinator ICW Danang Widoyoko mengaku kecewa dengan penarikan buku tersebut. Penarikan buku itu mirip dengan perilaku Orde Baru (Orba). "Ya kalau gak setuju dibantah dong dengan buku, jangan ditarik-tarik. Ini kan seperti Orba aparat hukum dipakai sebagai aparatur represi oleh pemerintah yang berkuasa," tegas Danang.

14 komentar :

jual kaos murah mengatakan...

woooooooooow

Anonim mengatakan...

Betul sekali...terlihat sudah mulai ada yang ektar-ketir dengan kehadiran buku itu..Maju terus..sikat oligarki di Indonesia!!!

Anonim mengatakan...

1000 persen saya tidak setuju! Penarikan buku/ sama degan pembredelan buku, itu sudah kuno. Pemasungan ala romawi itu sama dengan perampasan 'hak bernafas' yang dimiliki manusia yang kepingin hidup. Sama dengan merampas nyawa (baca: menggorok leher supaya darahnya tetap menetes..) hari gene masih ada penarikan, penarikan...
marilah kita tatap semua dengan pikiran yang positif, kita bersama-sama membangun bangsa dan negara ini, jangan saling menjelekkan, bila ada kritik, kita terima, lalu kita klarifikasi, biar hukum yang berbicara, saya rasa, bapak presiden setuju dengan tatanan yang jelas, bravo.

vian mengatakan...

kok bukunya jadi menghilang?
ada apa gerangan ???

novrian DO'ANG mengatakan...

moga2 ga tambah ruwet.....rakyat kecil harapannya aman , damai n harga terjangkau....!

Unknown mengatakan...

Seharusnya pemerintah bisa berkaca pada buku karangan GEORGE ini, sebab masyarakat sudah pintar2 dan bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah, pemerintahannya juga kacau balau mau so jadi yang benar dengan mencari kambing hitam. jika pemerintah khususnya SBY merasa tersinggung dengan buku Membongkar Gurita Cikeas ini, semua masyarakat patut mencurigai kemungkinan kebenaran yang selama ini belum terungkap... berantas para penghianat negara yang korupsi uang negara !

Anonim mengatakan...

permisi, bang... nyumbang Ebook Gurita bukan cikeas disini :
http://www.ziddu.com/download/7955662/Gurita_part_1_2_3.zip.html
tolong dibaca sampe tamat, biar jelas dan nambah ilmu...trims

elyas ngeblog mengatakan...

mantab artikel nya..thx gan

Anonim mengatakan...

1.000.000 persen mendukung penarikan buku............ daripada meracuni anak bangsa dan menyebar fitnah ,membuat kericuhan yang makin ruwet ....., karena pemerintah berkewajiban menentukan mana yang layak dikonsumsi bagi bangsa ini ....

BRAM IRIANTO mengatakan...

Saya mau jadi calon Pres, tapi ada nggak yang mau sumbang uang koin ?

nja bangeeeeeeed mengatakan...

terlalu tipis antara kebenaran dan kebohongan di mata rakyat,,jadi lebih baik lihat akhirnya saja, apakah benar d cikeas ada gurita...

Download eBook Membongkar Gurita Cikeas mengatakan...

yup banyak orang yg mencari buku ini, isinya yang kontroversial membuat buku ini diburu bayak orang

Anonim mengatakan...

ah...poltik selalu abu2

graphics mengatakan...

oh Indonesiaku, mengapa jadi begini..?

Tulisan Terkait: