03 Desember 2009

Kasus Bank Century

Kasus Bank Century - Kasus Bank Century hingga kini masih menjadi pemberitaan hangat disejumlah media massa, baik media massa yang berorientasi elektronik dan cetak. Kasus Bank Century juga telah menyeret berbagai institusi hukum di Indonesia, seperti halnya KPK, POLRI,dan DPR.

Bagaimana sebenarnya kronologi awal persoalan yang dihadapi oleh Bank Century sampai Bank ini dinyatakan harus diselamatkan oleh pemerintah? Berikut kita simak kronologisnya, dimana sumber dari kronologis berikut ini diperoleh Karo Cyber dari berbagai sumber situs internet:

2003
Bank CIC diketahui didera masalah yang diindikasikan dengan adanya surat-surat berharga valutas asing sekitar Rp2 triliun, yang tidak memiliki peringkat, berjangka panjang, berbunga rendah, dan sulit di jual. BI menyarankan merger untuk mengatasi ketidakberesan bank ini.

2004
Bank CIC merger bersama Bank Danpac dan bank Pikko yang kemudian berganti nama menjadi Bank Century. Surat-surat berharga valas terus bercokol di neraca bank hasil merger ini. BI menginstruksikan untuk di jual, tapi tidak dilakukan pemegang saham. Pemegang saham membuat perjanjian untuk menjadi surat-surat berharga ini dengan deposito di Bank Dresdner, Swiss, yang belakangan ternyata sulit ditagih.

2005
BI mendeteksi surat-surat berharga valas di Ban Century sebesar US$210 juta.

30 Oktober dan 3 November 2008
Sebanyak US$56 juta surat-surat berharga valas jatuh tempo dan gagal bayar. Bank Century kesulitan likuiditas. Posisi CAR Bank Century per 31 Oktober minus 3,53%.

13 November 2008
Bank Century gagal kliring karena gagal menyediakan dana (prefund)

17 November 2008
Antaboga Delta Sekuritas yang dimilik Robert Tantutar mulai default membayar kewajiban atas produk discreationary fund yang di jual Bank Century sejak akhir 2007.

20 November 2008
BI Mengirim surat kepada Menteri Keuangan yang menentapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik dan mengusulkan langkah penyelamatan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Di hari yang sama, Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) yang beranggotakan BI, Menteri Keuangan, dan LPS, melakukan rapat.

21 November 2008
Ban Century diambil alih LPS berdasarkan keputusan KKSK dengan surat Nomor 04.KKSK.03/2008. Robert Tantular, salah satu pemegang saham Bank Century, bersama tujuh pengurus lainnya di cekal. Pemilik lain, Rafat Ali Rizvi dan Hesham Al-Warraq menghinglang.

23 November 2008
LPS memutuskan memberikan dana talangan senilai Rp2,78 triliun untuk mendongkrak CAR menjadi 10%.

5 Desember 2008
LPS menyuntikkan dana Rp2,2 triliun agar Bank Century memenuhi tingkat kesehatan bank.

9 Desember 2008
Bank Century mulai menghadapi tuntutan ribuan investor Antaboga atas penggelapan dana investasi senilai Rp1,38 triliun yang mengalir ke Robert Tantular.

31 Desember 2008
Bank Century mencatat kerugian Rp7,8 triliun pada 2008. Aset-nya tergerus menjadi Rp5,58 triliun dari Rp14,26 triliun pada 2007.

3 Februari 2009
LPS menyuntikkan dana Rp1,5 triliun.

11 Mei 2009
Bank Century keluar dari pengawasan khusus BI.

3 Juli 2009
Parlemen mulai menggugat karena biaya penyelamatan Bank Century terlalu besar.

21 Juli 2009
LPS menyuntikkan dana Rp630 miliar.

18 Agustus 2009
Robert Tantular dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp50 miliar subsider lima bulan kurungan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebelumnya pada 15 Agustus, manajemen Bank Century menggugatnya sebesar Rp2,2 triliun.

3 September 2009
Kepala Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat agar terus mengejar aset Robert Tantular sebesar US$19,25 juta, serta Hesham Al-Warraq dan Rafat Ali Rizvi sebesar US$1,64 miliar.

10 September 2009
Robert Tantular divonis 4 tahun penjara dan dengan Rp50 miliar.

Dengan adanya kasus Bank Century ini, maka beberapa saat yang lalu masyarakat juga sempat dihebohkan kasus Bibit-Chandra yang disebut-sebut terkait dengan kasus Bank Century itu sendiri.

Dalam sebuah pemberitaan yang diterbitkan oleh liputan6.com, maka Tif pencari Fakta (TPF) kasus Bibit-Chandra menduga, upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK yang berujung pada penahanan Bibit dan Chandra, terkait dengan kasus Bank Century.

"Menurut kami, ada kaitannya. Tapi sejauhmana kaitannya masih kami dalami," kata Sekretaris TPF Deny Indrayana, Selasa (10/11).

eperti diberitakan sebelumnya, upaya penyelamatan Bank Century diwarnai dugaan korupsi dan suap yang melibatkan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Susno diduga ikut menikmati aliran dana Rp 10 miliar dan tengah diselidiki oleh KPK.

Namun dalam beberapa kali kesempatan, Susno Duadji yang sempat dinonaktfikan dari jabatannya selalu membantah dugaan itu. Bahkan saat mengikuti rapat dengan Komisi III DPR, Susno sempat bersumpah bahwa dirinya tidak menerima uang dari Bank Century. Hal yang sama juga diungkapkan Susno ketika dimintai keterangan oleh TPF beberapa waktu lalu.

Kini TPF bekerja keras untuk mengungkap apakah memang ada keterkaitan langsung antara Kasus Bank Century dengan upaya kriminalisasi terhadap Bibit dan Chandra.

Atas kasus Bank Century hal yang paling mencuat akhir-akhir ini adalah mengenai Hak Angket DPR untuk kasus Century. Mengenai hak angket Century sejauh ini telah terbentuk Tim Sembilan yang diharapkan dapat memimpin Panitia Angket Century itu sendiri.

Sejumlah aktivis dari berbagai elemen masyarakat, Kamis (3/12), menyatakan sikap, berharap Tim Sembilan, tim yang mengusung hak angket Bank Century, untuk turut dalam panitia khusus hak angket Bank Century. Mereka mendukung dan memercayai anggota Tim Sembilan untuk memimpin dan menjadi anggota panitia angket tersebut.

"Saya pikir yang diusulkan semestinya ketua pansus itu dari Tim Sembilan," ujar aktivis KOMPAK, Ray Rangkuti, ketika ditemui dalam konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah, di Jakarta, Kamis (3/12).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut aktivis dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOMPAK), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Forum Kepemimpinan Muda Indonesia (FKIP), dan beberapa elemen lainnya.

Harapan mereka adalah adanya penyeleksian dalam memilih orang-orang yang akan duduk dalam panitia hak angket tersebut. "Kalau bisa orang-orangnya diseleksi," kata Ray.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka mengatakan, kepercayaan masyarakat telah tertambat kepada Tim Sembilan sejak upaya mereka yang tidak kenal lelah dalam mengusung dan mengajukan hak angket ini. Mereka berharap pemimpin parpol sebaiknya tidak mengabaikan kepercayaan rakyat tersebut.

Selanjutnya, Jumat (4/12) besok, bertepatan dengan penetapan panitia hak angket Bank Century oleh DPR, para aktivis tersebut berencana akan menggelar aksi di Nusantara Tiga Gedung DPR RI, Jakarta, pukul 14.00. Tema yang diusung masih sama, yaitu "Tolak Penumpang Gelap Pansus Century".

12 komentar :

harta abdillah mengatakan...

neraka jang para koruptor!!!!!!!!!!
maraneh anu nghakan duit rakyat

Anonim mengatakan...

knapa sich kasus bank century lama banget selasainya.rakyat udah cape nich nunggu selesainya.....hadang-hadang bisa-bisa tahadang hadangan kena......!

ferdian mengatakan...

dah lahh kita ga sah ikut2 kan sudah ada yang di tugaskan untuk menyelesaikan kasus ini. kita sebagai rakyat yang baik kita harus mendukung apa yang di lakukan oleh pansus untuk rakyat mudah2 mendapat jalan yang terbaik untuk kita semua.ok

Anonim mengatakan...

untuk para petinggi negara dan para koruptor,kenapa kau tega sekali memperburuk keadaan negara,mestinya kita membangun negara agar lebih maju seperti jepang yg negaranya kurang sumber daya alam,buang tuh jauh jauh sikap egois lo yang hanya mementingkan harta untuk diri sendiri... mestinya kita membangun negara bersama agar negara kita maju...

BRAM IRIANTO mengatakan...

Case study tentang Bank century, tidak jelas harapan yang diinginkan, karena didalam anggota Tim case Study memiliki harapan yang tidak sama, oleh karena itu dapat dipastikan tidak akan mencapai tujuan bersama sebagaimana yang diharapkan.
Sebaiknya biarkan saja berlalu dan perbaiki sistem yang bekerja supaya tidak terulang kembali.
Ingatlah, masih banyak persoalan bangsa Indonesia yang jauh lebih penting, yang harus segera teratasi, misal saja masalah kemiskinan, bencana alam, dan sebaginya. Jika hal ini tidak segera teratasi maka permasalahan sosial akan semakin meledak, dan Indonesia bisa mengalami kehancuran.

Salam hangat,
BRAM IRIANTO
http://www.kencangratis.blogspot.com

Anonim mengatakan...

mudah2 bisa terungkap fakta dengan jelas dan orang2 yang bertanggung jawab bisa di tindak sesuai dengan kesalahanya..kedepannya semoga pengawasa ( check and balance? di dunia perbankan lebih diperketat...

Anonim mengatakan...

para wkil rkyat yg terhormat..utamakan kearifan dan intelektual dlam menyelesaikan msalah..rakyat melihat,,bhkan dunia melihat,,jd..jgn malu"in

Cara Membuat Blog mengatakan...

Wah, tampaknya negara kita sedang sangat HEBOH menghadapi kasus bank century. Jika melihat di koran-koran, televisi, bahkan sampai radio sekalipun semuanya sedang "hangat" dengan kasus ini.

Bank yang diharapkan dapat dipercaya oleh masyarakat BANYAK, ternyata GAGAL memegang kepercayaan itu. Akibatnya sungguh 'miris' banyak pihak dirugikan. Uang yang ditabung sekian LAMA, hilang lenyap tak berbekas.

Semoga kasus 'bank century' ini bisa segera diselesaikan dan banyak pihak dapat memperoleh haknya yang seadil-seadilnya!

Lam kenal!

Mordekay Prim O Sihotang mengatakan...

berbohong kepada 1 orang saja sudah masuk neraka, apalagi berbohong kepada 210 juta rakyat Indonesia... tempatnya dimana ya ....

mercenery01 mengatakan...

maap . saya mempunyai tugas ttg kronologis awal kasus century sampai akhir . bisakah anda membantu saya ?

saya ucapkan banyak-banyak terima kasih .

Anonim mengatakan...

Indonesia tak perlu citra, tapi perlu harga diri sbg bangsa besar, saya ingin pemimpin masa depan seperti Akbar Faisal, Fahri Hamzah, B. Susatyo, Maruarar S, Lili Wahid maju terus idolaku. Contoh alm. Ali Sadikin, Hugeng, Kris Siner Tinu. Maju bangsaku.

tQa_caem mengatakan...

cp' lo' ngebahas ttg bank century
g' kan da habis_a degh...
yg masih perlu diperiksa gi ma polisi z dagh pindah ke Luar Negeri
plus dagh punya jabatan yg baru di World Bank gi...
hebat y Indonesia ne??????????
negri tercinta Qta ne...

Tulisan Terkait: