18 Januari 2009

Minyak Bumi Ternyata Bukan dari Fosil?

Sebuah pemberitaan yang marak beredar di internet adalah bahwa minyak bumi ternyata bukan berasal dari fosil, dan untuk membuktikan pemberitaan tersebut, maka pada setiap pernyatannya juga dibuat sumber-sumber tulisan sehingga kelihatan kalau pemberitaan tersebut memang ada juga benarnya.

Berikut adalah pemberitaan yang dimaksud yang Karo Cyber Community peroleh dari forum kaskus salah satu forum Internet terbesar di Indonesia:

Rusia berhasil membuktikan kalau minyak bumi ternyata bukan dari fosil dan dapat diperbaharui karena berasal dari lapisan magma lebih di kedalaman lebih dari 30,000 kaki dan tidak ditemukan lapisan organik.

Dan sejak 2006 Rusia telah melampaui Arab Saudi sebagai salah satu penghasil minyak terbesar di dunia berdasarkan berita (The OPEC statistics show that in June 2006 Russia extracted 9.236 million barrels a day, about 46,000 more than Saudi Arabia), dan pada tahun 2007 Rusia telah menjadi penghasil minyak terbesar di dunia dengan produksi minyak sebesar 9.3 juta barrel sehari.

Dan teori yang menyatakan minyak bumi langka adalah kebohongan besar yg berlangsung lama utk tujuan kepentingan pihak tertentu dan berhasil dipatahkan oleh berbagai penemuan2 terakhir kalau sumur tua yg kering akhirnya bisa berisi minyak kembali di Pennsylvania.

Bahkan ada buku "The Role of Methane in the Formation of Mineral Fuels" karangan A.D. Bondar (1967) dan "The Deep Hot Biosphere : The Myth of Fossil Fuels" karangan Thomas Gold yg menyatakan kalau minyak bumi itu berasal dari methane magma bukan dari fossil spt yg diyakini selama ini.

Jadi kalau mau produksi minyak bumi di negara kita bertambah dan tidak semakin berkurang undanglah para pembor minyak Rusia yg mempunyai teknologi membor di kedalaman lebih dari 30,000 kaki yg tidak dikuasai oleh negara Barat lain.

Belum dapat dipastikan pemberitaan tersebut adalah benar-benar valid dan dapat dijadikan refrensi mengingat sampai saat ini belum ada satupun media massa resmi yang memberitakan maupun membahas tentang kebenaran berita yang cukup menghebohkan ini

0 komentar :

Tulisan Terkait: