08 September 2008

English Premier League Ternyata Mainan Orang Kaya?

Orang kaya seluruh dunia tampaknya sekarang memiliki hobi baru: mengendalikan salah satu tim Liga Primer Inggris. Yang terakhir adalah Sulaiman al-Fahim yang mengambil alih Manchester City dari Thaksin Shinawatra.


Foto Ilustrasi (internet)

Sebelum al-Fahim masuk, sejumlah tim Liga Primer Inggris sudah ditangan orang asing dan sejumlah lainnya sedang dalam incaran. Berikut daftar klub Liga Primer dan kepemilikannya:

KLUB YANG DIMILIKI ASING

Aston Villa

Dimiliki Randy Lerner dari Amerika Serikat sejak September 2006, prestasi Aston Villa cukup stabil, peringkat keenam, meski tidak semoncer Chelsea yang di tahun kedua meraih Liga Primer.

Chelsea
Roman Abramovich, yang membeli Chelsea pada 2003, telah memberi klub ini dua trofi Liga Primer dan satu Piala FA. Tahun lalu tim ini bernasib sial karena menduduki peringkat dua di tiga kompetisi yaitu Liga Champion, Liga Primer, dan Piala Carling.

Fulham
Mohamed al-Fayed--ayah Dodi al-Fayed yang tewas satu mobil dengan Puteri Diana--membawa tim ini naik dari kompetisi kelas tiga masuk Liga Primer. Tahun lalu tim ini nyaris terdegradasi karena al-Fayed, orang berpaspor Mesir yang memiliki toko serba ada Harrods, enggan mengucurkan uang dalam jumlah besar.

Liverpool
Dua orang Amerika, George Gillett dan Tom Hicks, membeli tim ini tahun lalu. Rumor menyatakan mereka tidak lagi kompak. Pelatih Liverpool, Rafa Benitez, sudah membawa tim ini juara Liga Champion tapi belum pernah mendapat trofi Liga Primer. Benitez pada musim transfer ini mengeluhkan pemilik klub yang pelit sehingga Gareth Barry tidak terbeli.

Manchester City
Klub ini selama setahun dimiliki miliuner dan bekas perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Tiba-tiba saja, pekan lalu Sulaiman al-Fahim dari Uni Emirat Arab dengan kelompok investornya, mengambil alih. Mereka sudah membeli Robinho dan sudah memamerkan uangnya ke jagad sepakbola dengan menawar para pemain mahal.

Manchester United
Malcolm Glazer, orang Amerika Serikat, membeli tim ini pada 2005. Glazer tetap membiarkan Sir Alex Ferguson mengendalikan tim dan hasilnya, tahun lalu mereka menjadi juara Liga Champion sekaligus Liga Primer.

Portsmouth
Alexandre Gaydamak, warga Prancis yang juga memegang paspor Israel, membeli tim ini pada 2005 dari Milan Mandaric. Sebelum Gaydamak masuk, Portsmouth menduduki peringat 17. Sejak Gaydamak masuk, klub ini berada di peringkat sembilan dan kemudian delapan.

West Ham
Jutawan Islandia, Bjorgolfur Gudmundsson, membeli West Ham pada 2006. Tahun lalu West Ham nyaris degradasi. Musim ini, pelatih Alan Curbishley mundur karena pemain-pemain andalannya dijual direksi.

SEDANG DI INCAR

Arsenal

Miliader Amerika Serikat, Stan Kroenke, memiliki 12,38 persen saham dan jutawan Uzbekistan, Alisher Usmanov, memiliki 24,9 persen saham. Pemilik saham yang lain tidak ingin Usmanov menguasai klub sehingga mereka membuat kesepakatan agar Kroenke nantinya hanya menjual saham ke mereka, bukan Usmanov.

Everton
Robert Earl, jutawan Amerika Serikat yang mendirikan jaringan rumah makan Planet Hollywood, membeli 23 persen saham. Pekan lalu, ketua klub, Bill Kenwright, mengatakan sedang mencari investor setelah pelatih David Moyes mengeluh uangnya terbatas untuk membeli pemain yang diincar. Saat ini sudah ada orang India dan Rusia yang mengincar klub dari kota Liverpool ini.

Newcastle
Muncul spekulasi bahwa Mike Ashley, pemiliknya, mungkin menjual ke perusahaan investasi Amerika Serikat, Intermedia Partners, atau perusahaan India, Reliance Communications.

Dikutip Dari Berbagai Sumber Internet

0 komentar :

Tulisan Terkait: