16 Oktober 2012

Bumi Akan Gelap Pada Tanggal 23 Sampai 25 Desember 2012

Bumi Akan Gelap Pada Tanggal 23 Sampai 25 Desember 2012 - Bumi akan gelap pada tanggal 23 sampai dengan 25 Desember 2012 merupakan salah satu informasi yang banyak mengemuka akhir-akhir ini diberbagai blog berbahasa Indonesia. Informasi tentang bumi akan gelap tersebut juga sering menjadi perbincangan disitus jejaring sosial Facebook dan juga di Twitter. Bahkan informasi ini juga kerap menjadi pembahasan yang serius di forum internet.

Informasi tentang bumi akan gelap pada tanggal 23 sampai 25 Desember 2012 seperti yang banyak beredar dibeberapa blog tersebut disebutkan berasal dari pihak NASA dan mempublikasikan petikan tulisan dalam bahasa Inggris dan juga terjemahan kedalam bahasa Indonesia.

Bila menelisik dari terjemahan Bahasa Indonesia, maka pernyataan tentang terjadinya gelap di bumi yang diawali pada tanggal 23 Desember 2012 dan berakhir pada 25 Desember 2012 adalah sebagai berikut ini:

NASA memperkirakan kegelapan total terjadi di bumi pada 23-25 Desember 2012. Fenomena ini terjadi akibat dari "sejajarnya alam semesta". Namun kegelapan total selama 3 hari tersebut bukanlah akhir dari dunia, tetapi ini hanyalah kesejajaran dimana matahari dan bumi akan berada pada satu garis lurus untuk pertama kalinya. Bumi akan bertukar tempat dari dimensi 3 ke dimenso 0, lalu bertukar lagi ke dimensi ke 4.
Charles Bolden F (NASA)

Selama perpindahan tersebut seluruh alam akan menghadapi perubahan besar, dan kita akan melihat dunia yang benar-benar baru. Dalam kejadian ini nantinya, ketenangan merupakan hal yang sangat dibutuhkan, saling peluk satu sama lain, berdoa, dan terus berdoa.

Beristirahatlah selama tiga hari tersebut, dan mereka yang bertahan akan menghadapi dunia yang benar-benar baru. Namun bagi mereka yang tidak bersiap akan banyak mati karena rasa takut.

Sebenarnya banyak sekali pembahasan tentang apa yang akan terjadi pada tahun 2012, tetapi banyak yang tidak mempercayai, karena mereka takut akan menciptakan kepanikan dan ketakutan pada semua orang. Kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi, tetapi saya rasa tidak akan sia-sia untuk mempercayai NASA tentang persiapan yang harus dilakukan.

Memang prediksi ini tidaklah selalu menjadi benar-benar kenyataan, tetapi sebaiknya bersiap-siaplah. Jangan panik, tetapi tentang dan berdoalah. Ingatlah untuk lebih banyak senyum, lebih banyak mencintai, dan lebih banyak memaafkan setiap hari.

Dari banyak informasi yang beredar dan sempat dibaca oleh penulis blog Karo Cyber, bahwa peristiwa bumi akan gelap pada tanggal 23 hingga 25 Desember 2012 tersebut disebut sebagai peristiwa yang dinamakan dengan "blackout on 23-25 Dec 2012". Namun dari situs yang biasanya membahas tentang berita-berita hoax atau kabar bohong, yaitu situs hoax-slayer.com, menyebutkan bahwa pemberitaan tersebut sebenarnya adalah kabar hoax belaka.

Menurut situs hoax-slayer.com, bahwa berita tentang "blackout on 23-25 Dec 2012" atau "Bumi Akan Gelap Pada Tanggal 23 Sampai 25 Desember 2012" adalah kabar bohong atau pesan hoax.

Klaim bahwa akan terjadinya gelap di bumi selama tiga hari pada 23 hingga 25 Desember merupakan klaim aneh yang seolah-olah dapat dipercaya karena pada tampilan video yang juga turut disebar menampilkan Administrator NASA, Charles Bolden F.

Namun perlu diketahui bahwa dalam video tersebut, Bolden tidaklah berbicara tentang kesiapan keluarga untuk menghadapi kegelapan bumi akibat geseran ke dimensi nol. Selain itu berita ini tidak ada ditemukan disitus resmi NASA. Bahkan laporan tentang hal itu juga tidak ada satupun dapat ditemukan pada media yang kreadibel, sehingga sebagai kesimpulannya bahwa benar memang berita tentang bumi akan gelap pada 23 sampai 25 Desember 2012 adalah kabar hoax atau kabar bohong.

3 komentar :

Naufaldi Rafif Satriya mengatakan...

beneran ni ga bohong?? ...ntar HOAX

niki-takkei mengatakan...

Nda usah dipercaya karena kejadian yang luar biasa tak akan pernah bisa diprediksi, ALLAH SWT pemilik kerahasiaan itu. Kita hanya perlu tawakal.

Nedi Arwandi mengatakan...

iya ya mas,
tampaknya hoax nih berita,
tak golek golek neng situs resmnya NASA, belum ketemu pembahasan ini

Tulisan Terkait: