05 Juni 2012

Air Mata Kristal Tina Agustina

Air Mata Kristal Tina Agustina - Air mata kristal Tina Agustina, gadis asal Sumedang ini sempat membuat heboh di Indonesia. Beberapa media massa, baik elektronik dan cetak sempat memberitakan mengenai keanehan yang dialami oleh Tina terkait atas air mata kristalnya tersebut.

Foto Tina Agustina dan Air Mata Kristalnya

Seiring dengan kehebohan air mata kristal Tina Agustina tersebut ditemukan ada indikasi bahwa air mata kristal tersebut adalah palsu alis dibuat-buat. Hal tersebut terungkap ketika Tina dirujuk ke RS Mata Cicendo dan kristalnya diperiksa Kementrian ESDM.

Pengungkapan mengenai keberadaan air mata kristal Tina disampaikan oleh tim dokter Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo dan tim badan geologi Kementerian ESDM saat memberikan keterangan pers di RS Mata Cicendo. Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir perwakilan polisi yakni Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul, dan perwakilan Dinkes Jabar.

"Kesimpulannya, secara medis yang bersangkutan tidak menderita kelainan atau mata dalam keadaan normal. Pada waktu pemeriksaan tidak ditemukan benda apapun di dalam mata," jelas Dirut Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo Kautsar Boesoirie.

Kautsar melanjutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim Badan Geologi Kementerian ESDM pada 4 Juni 2012 terhadap contoh material mirip kristal, diperoleh sejumlah empat data teknis valid.

Pertama, kondisi fisik tiga contoh meterial memiliki ciri biru, transparan, berukuran 1-2 mm, dan berbentuk kristal. Kedua, bentuk kristal polyhedral tidak teratur dan tidak memiliki bidang berpasangan sehingga bukan benda terbentuk secara alami.


Video Air Mata Kristal Tina Agustina

Ketiga, komposisi berupa campuran material dengan 15,40 persen SiO2 dan 2,49 persen K2O, dan tidak ada unsur karbon. Keempat, ketiga contoh material yang diperiksa merupakan material sintetik yang diproses.

"Kesimpulannya, material tersebut merupakan material sintesis yang diproses dan bukan merupakan hasil produksi tubuh manusia," ucap Kautsar.

Sementara berita terbaru yang dirilis oleh DetikBandung, menyebutkan bahwa pihak polisi bakal mendalami apakah ada unsur penipuan yang dilakukan Tina di balik air mata kristalnya tersebut.

"Apakah cari keuntungan atau ada tindakan lain, tentu akan kami dalami. Termasuk apakah ada unsur penipuan," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul.

Martin menyampaikannya usai tim dokter dan badan geologi memberikan keterangan pers soal batu kristal Tina di RS Mata Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (5/6/2012).

Ia menerangkan, perkara penipuan itu mesti ada pihak yang dirugikan. Artinya, kata dia, orang merasa dirugikan terkait fenomena itu harus membuat laporan polisi jika ingin proses hukum berlanjut.

"Orang-orang ke rumah Tina di Sumedang itu datang karena kehendaknya sendiri. Orang yang dirugikan itu harus melapor. Kalau enggak ada yang membuat laporan, kami tidak bisa proses," tutup Martin.

0 komentar :

Tulisan Terkait: