16 April 2010

Alangkah Lucunya Negeri Ini

Alangkah Lucunya Negeri Ini - "Alangkah Lucunya Negeri Ini" merupakan sebuah judul film garapan Deddy Mizwar yang dibuat khusus untuk menyentil negeri ini. Dalam film ini, adapun hal yang diangakt adalah tentang kenyataan sosial. Mulai dari masalah pengangguran hingga tindakan sewenang-wenang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap anak-anak jalanan.

Karena karyanya membuat film Alangkah Lucunya Negeri Ini, pujian pun mengalir terhadap Deddy Mizwar dan salah satunya berasal dari Menteri Sosial Salim Segaf al Jufri.



Video Trailer Film Alangkah Lucunya Negeri Ini

"Film ini sangat bagus. Mengangkat permasalahan di negeri ini seperti anak-anak telantar, penyandang cacat, kekerasan, banyak sekali masalah di Tanah Air yang diangkat di Alangkah Lucunya (negeri ini). Semoga insan perfilman kita bisa sukses selalu dan orang-orang dapat berkaca di film ini," kata Salim dalam tayangan Hot Shot, Jumat (16/4).

Alangkah Lucunya (negeri ini) menghadirkan sejumlah aktor ternama seperti Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, serta Reza Rahadian yang tahun lalu merebut Piala Citra. Film ini juga didukung oleh pemain-pemain yang terbilang baru di dunia layar lebar. Sebut saja Asrul Dahlan yang menarik perhatian pemirsa melalui Para Pencari Tuhan yang ditayangkan SCTV saban bulan Ramadhan. Jadi, jangan lewatkan.

Berikut adalah sedikit sinopsi atau alur cerita yang tergambar didalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini garapan Deddy Mizwar yang mungkin sebentar lagi akan bisa disaksikan dibioskop-bioskop kesayangan anda di seluruh Indonesia.

Sejak lulus S1, hampir 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun selalu gagal tetapi Muluk tidak pernah berputus asa

Pertemuan dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkan kepada bosnya bernama Jarot. Muluk kaget karena di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet yang pekerjannya adalah mencopet

Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka

“Usaha yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau merubah profesi mereka. DIbantu dua rekannya yang juga sarjana, Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, budi pekerti dan kewarganegaraan. Berhasilkah mereka mendidik anaka-anak tersebut?

0 komentar :

Tulisan Terkait: